Malam-malam si kecil sudah setengah tertidur di pangkuan Moms. Tinggal menutup resleting sleepsuit-nya.

Moms tarik kepala resletingnya pelan-pelan ke atas, terus berhenti sebentar sebelum sampai di dagu. "Aman nggak sih kalau sampai mentok?"

Tenang, Moms. Keraguan itu hampir pernah dialami semua Moms. Padahal ada satu bagian kecil di baju yang memang dibuat khusus supaya Moms nggak perlu ragu di titik itu.

Yuk kita kenali bareng!

Safety Tab: Bagian Kecil yang Jarang Diperhatikan Saat Membeli Sleepsuit

Bagian ini jarang disebut di deskripsi produk dan hampir nggak pernah difoto dari dekat. Kalau Moms membandingkan dua sleepsuit di marketplace, yang ditampilkan biasanya motif, bahan, dan ukuran.

Padahal tiap malam bagian ini yang bersentuhan langsung dengan leher si kecil. Kami di Awan&Co menyebutnya penutup pengaman, atau di label bahasa Inggris ditulis safety tab.

Apa Itu Safety Tab pada Baju Bayi

Safety tab adalah lipatan kain kecil yang dijahit di ujung atas jalur resleting, tepat di bawah dagu. Fungsinya menahan kepala resleting supaya berhenti sebelum menyentuh kulit, sekaligus jadi pembatas antara logam resleting dan dagu si kecil.

Bentuk dan Letaknya

Bentuknya sederhana. Sepotong kain selebar satu sampai dua sentimeter, dijahit menyatu dengan kerah bagian dalam. Sebagian merek membuatnya dari bahan yang sama dengan bajunya, sebagian lagi memakai kain yang lebih lembut.

Letaknya selalu di ujung atas jalur resleting. Kalau Moms membuka kerah sleepsuit lalu melihat ke sisi dalamnya, kain kecil itu ada di situ.

Cara Kerjanya Saat Resleting Ditutup

Waktu Moms menarik resleting sampai atas, kepala resletingnya berhenti di balik kain penutup itu, bukan di kulit si kecil. Kainnya kemudian dilipat menutupi kepala resleting.

Jadi ada dua hal yang terjadi sekaligus. Kepala resleting berhenti sebelum dagu, dan permukaan logamnya nggak menempel di leher semalaman.

Kenapa Dagu dan Kulit Leher Perlu Dilindungi

Kulit di bagian leher dan dagu bayi termasuk yang paling tipis di tubuhnya. Si kecil juga belum bisa memberi tahu Moms kalau ada yang mengganjal di situ.

Titik yang Paling Rawan Terjepit

Yang paling sering terjadi bukan luka, tapi kulit leher yang terjepit sedikit waktu resleting ditarik terlalu cepat sampai mentok. Si kecil kaget, menangis, dan Moms baru menyadari penyebabnya setelah itu.

Kemungkinan kedua, kepala resleting berbahan logam menempel di dagu sepanjang malam. Ini nggak sampai melukai, tapi bisa meninggalkan bekas merah tipis di pagi hari, apalagi kalau kulit si kecil sedang sensitif.

Kapan Risikonya Paling Besar

Risikonya naik waktu Moms memakaikan baju sambil terburu-buru. Bangun tengah malam, mengganti popok, lalu menutup resleting dengan satu tangan sementara tangan satunya menahan badan si kecil.

Naik juga setelah si kecil mulai banyak bergerak, kira-kira usia empat bulan ke atas. Badannya meliuk waktu dipakaikan baju, dan tarikan resleting jadi lebih susah dikontrol.

Letak Safety Tab pada Sleepsuit dan Zipsuit

Letak penutup ini berbeda tergantung sistem resleting yang dipakai bajunya. Kalau Moms sedang membandingkan dua model sleepsuit bayi, bagian ini salah satu yang membedakan konstruksinya.

Model Resleting Satu Arah

Sleepsuit resleting satu arah punya satu kepala resleting yang berjalan dari bawah ke atas. Penutup pengamannya cukup satu, dipasang di ujung atas.

Model ini lebih sederhana dan biasanya lebih terjangkau. Kurang enaknya, waktu mengganti popok Moms harus membuka resletingnya hampir seluruhnya, jadi badan si kecil ikut terbuka.

Model Resleting Dua Arah

Sleepsuit resleting dua arah punya dua kepala resleting yang bisa digerakkan terpisah. Bagian bawah dibuka sendiri untuk mengganti popok, sementara dada dan bahu si kecil tetap tertutup.

Karena kepala resleting yang atas tetap berhenti di titik yang sama, penutup pengamannya juga tetap satu di ujung atas. Yang berbeda, jahitan di pangkal bawah perlu lebih rapi karena di situ kedua kepala resleting bertemu.

Perbandingan lengkap kedua sistem bukaan kami tulis terpisah di resleting atau kancing baju bayi.

Cara Memeriksa Safety Tab Sebelum dan Sesudah Membeli

Kebanyakan Moms membeli baju bayi lewat marketplace, jadi nggak bisa memegang barangnya lebih dulu. Tapi masih ada yang bisa diperiksa, sebelum atau sesudah barangnya sampai.

Yang Bisa Dilihat dari Foto Produk

Cari foto yang memperlihatkan bagian kerah dari dekat, lalu perbesar bagian ujung atas resletingnya. Penutup pengaman terlihat sebagai potongan kain kecil yang menonjol sedikit di atas kepala resleting.

Kalau ujung resletingnya langsung bertemu kerah tanpa ada kain apa pun, kemungkinan besar memang nggak dipasang. Dan kalau penjualnya cuma memasang foto baju utuh dari jauh, Moms bisa menanyakannya lewat chat sebelum membeli.

Yang Perlu Diraba Saat Barang Sampai

Begitu bajunya sampai, tutup resletingnya sampai atas, lalu selipkan jari Moms di antara kepala resleting dan kain penutupnya.

Yang benar, jari Moms masih bisa masuk dan kepala resletingnya nggak langsung menempel. Kalau kainnya terasa terlalu pendek sampai kepala resleting tetap terbuka, penutupnya memang ada tapi belum berfungsi.

Lakukan ini sebelum bajunya dicuci, yaa. Kalau memang bermasalah, masih bisa diretur.

Tanda Jahitan yang Kurang Rapi

Perhatikan jahitan kain penutupnya. Yang dikerjakan dengan benar dijahit menyatu di kedua sisi, jadi posisinya nggak bergeser waktu ditarik.

Hindari penutup yang cuma ditempel di satu titik. Setelah beberapa kali dicuci, kainnya melipat ke samping dan kepala resletingnya kembali terbuka.

Cek juga apakah ada benang yang menonjol di sisi dalam kerah. Bagian itu menempel di leher si kecil sepanjang malam.

Tabel: Detail Resleting yang Aman untuk Bayi

Bagian Yang Moms cek Kenapa perlu dicek
Penutup pengaman Ada, dan panjangnya menutupi kepala resleting Menahan logam resleting supaya nggak menempel di dagu
Kepala resleting Permukaannya halus, ujungnya nggak tajam Bagian ini yang paling sering bergesekan dengan kulit
Arah resleting Satu arah atau dua arah Dua arah memudahkan ganti popok tanpa membuka seluruh badan
Jahitan penutup Menyatu di kedua sisi, bukan ditempel satu titik Supaya posisinya tetap setelah dicuci berkali-kali
Pangkal bawah resleting Tertutup kain, nggak menyisakan ujung logam Bagian ini bergesekan dengan paha si kecil

Kelima bagian ini bisa Moms periksa dalam waktu kurang dari satu menit kok, sebelum bajunya masuk cucian pertama.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah Semua Sleepsuit Punya Safety Tab?

Nggak semuanya. Bagian ini belum jadi standar wajib di Indonesia, jadi ada tidaknya tergantung mereknya. Sleepsuit dengan bukaan kancing jepret memang nggak memerlukannya. Untuk model resleting, sebaiknya Moms anggap ini bagian yang perlu dicek, bukan yang sudah pasti ada.

Kalau Bajunya Tidak Ada Safety Tab, Bagaimana?

Bajunya tetap bisa dipakai, kok. Tarik resletingnya sampai kira-kira satu sentimeter sebelum ujung atas, jangan sampai mentok. Kalau kerahnya terasa longgar, Moms juga bisa memakaikan bodysuit tipis di dalamnya sebagai pembatas antara logam dan kulit.

Sampai Usia Berapa Bagian Ini Penting?

Paling terasa gunanya di bawah usia satu tahun, waktu leher si kecil masih pendek dan jarak antara dagu dan ujung resleting dekat sekali. Setelah itu risikonya berkurang, tapi kebiasaan memeriksa jahitan kerah tetap berguna sampai seterusnya.


Sleepsuit Awan&Co memakai resleting dua arah dengan penutup pengaman di ujung atasnya, dijahit batch kecil di Surabaya. Kalau Moms mau lihat-lihat, ini koleksi sleepsuit bayi kami.

Tapi kalau sleepsuit yang sekarang masih nyaman dan penutup resletingnya sudah aman, dipakai saja dulu. Yang penting sekarang Moms sudah tahu bagian mana yang perlu dicek!

Latest Stories

This section doesn’t currently include any content. Add content to this section using the sidebar.
WhatsApp