Moms, pernah nggak sih lihat anak narik-narik celana dalamnya terus sepanjang hari?
Pas ditanya kenapa, jawabannya cuma, "Ga enak, Ma." Udah gitu aja. Nggak bisa jelasin di mana nggak enaknya.
Padahal bajunya nggak kelihatan ada masalah. Ukurannya kelihatan pas. Warnanya lucu, dan anaknya sendiri yang milih waktu di toko.
Nah supaya Moms ga bingung lagi, yuk kita cari tahu bareng apa yang sebenarnya bikin nggak nyaman!
Dipakai Paling Lama, Paling Jarang Dipikirkan
Coba hitung bareng, Moms. Kaos bisa diganti waktu kena tumpahan makan. Celana panjang dilepas waktu anak pulang sekolah. Baju tidur baru dipakai malam.
Celana dalam dipakai dari anak bangun sampai mau bobo lagi. Nggak ada jeda, dan nggak ada gantinya di tengah hari kecuali ada yang basah.
Jadi celana dalam itu satu-satunya baju yang menempel di kulit anak sepanjang hari. Kalau ada yang nggak pas di baju itu, anak merasakannya dua belas jam, bukan sebentar. Itu yang bikin pilihan bahan dan ukurannya lebih penting daripada kelihatannya.
Dan karena anak nggak punya kata untuk menjelaskan rasanya, keluhannya jarang nyambung ke penyebabnya. Yang kedengaran biasanya cuma anak jadi lebih gampang rewel sore hari, atau nggak betah duduk lama. Jarang ada yang menghubungkannya ke celana dalam.
Tiga bagian berikut ini yang paling sering jadi sumbernya, dan ketiganya bisa Moms periksa sendiri malam ini.
Tiga Hal yang Bikin Anak Nggak Nyaman
Karet yang Menekan
Ini penyebab paling sering, Moms, dan paling gampang diperiksa sendiri di rumah.
Lepas celana dalam anak, lalu lihat pinggangnya. Kalau bekas karetnya masih kelihatan sepuluh menit setelah dilepas, karetnya menekan terlalu kuat. Kalau bekasnya hilang dalam satu dua menit, karetnya aman.
Karet yang menekan bikin anak menarik-narik celananya sepanjang hari tanpa bisa menjelaskan kenapa. Anak nggak punya kata untuk "karetnya kekencangan", jadi yang keluar cuma "ga enak".
Bahan yang Menahan Lembap
Anak Indonesia berkeringat sepanjang hari, termasuk di bagian yang tertutup celana dalam. Bahan yang menyerap banyak tapi lama kering bikin kainnya tetap basah berjam-jam setelah anak berhenti bergerak.
Rasanya gerah di bagian yang paling nggak nyaman untuk gerah, dan anak nggak akan bilang itu ke Moms. Anak jadi gelisah, sering mengubah posisi duduk, dan di sore hari mulai rewel tanpa sebab yang jelas.
Jahitan yang Terasa
Jahitan di bagian dalam, terutama di selangkangan, kerasa waktu anak duduk lama di kursi sekolah. Jahitan yang tebal dan kasar menggesek di satu titik yang sama selama berjam-jam.
Masalahnya baru muncul di jam keempat atau kelima, jadi waktu dicoba di rumah sebentar semuanya terasa baik-baik saja.
Cara memeriksanya gampang: balik celana dalamnya, lalu usap bagian dalam jahitannya dengan ujung jari Moms. Kalau jari Moms sendiri merasa kasar, kulit anak juga merasakannya.
Bahan Celana Dalam Anak: Apa Bedanya
Katun
Katun menyerap banyak air, Moms, dan itu kelebihannya. Kekurangannya ada di sisi yang sama: setelah menyerap, katun menahan air itu lama.
Di udara Indonesia yang kelembapannya sering di atas 80 persen, katun yang sudah basah keringat butuh waktu lama untuk kering kembali di badan anak. Jadi katun bagus untuk menyerap, kurang bagus untuk melepas.
Lyocell dan Viscose
Dua bahan ini sama-sama serat selulosa regenerasi. Bahan bakunya kayu, tapi seratnya dibentuk lewat proses kimia, jadi posisinya di antara katun dan poliester.
Yang membedakannya dari katun: permukaannya lebih licin, dan keduanya melepas lembap lebih cepat. Untuk baju yang dipakai sepanjang hari di udara lembap, kecepatan melepas lembap lebih menentukan rasa nyaman daripada besarnya daya serap.
Koleksi Awan Everyday kami memakai bahan ini. Bagian luarnya 94% Premium Lyocell dengan 6% spandex. Bagian dalamnya beda: 89,2% viscose, 4,4% Mulberry Silk, 3,8% spandex, dan 2,6% nylon. Mulberry Silk kami taruh khusus di bagian yang bersentuhan langsung dengan kulit, dan itu yang bikin permukaannya terasa halus. Bahannya juga antibakteri — itu sifat bahannya, dan kami berhenti di situ.
Komposisinya memang campuran, dan kami tulis apa adanya. Koleksi Everyday ini memakai Premium Lyocell, sementara koleksi baju tidur dan sleepsuit kami memakai TENCEL™ Modal yang berbahan baku serat alami dari kayu. Dua bahan yang berbeda, dan kami nggak mau menyamakannya cuma supaya kedengaran seragam.
Spandex: Kenapa Selalu Ada
Hampir semua celana dalam anak mengandung spandex, dan Moms mungkin pernah membacanya sebagai "campuran sintetis" yang sebaiknya dihindari.
Tanpa elastisitas, celana dalam anak melorot waktu anak lari, jongkok, dan naik tangga. Spandex yang bikin celananya mengikuti gerak anak lalu kembali ke bentuk awal. Kadarnya yang kecil, biasanya di bawah sepuluh persen, nggak mengubah rasa bahan utamanya.
Jadi spandex di celana dalam anak bukan kekurangan. Yang perlu diperiksa justru kebalikannya: celana dalam anak tanpa elastisitas sama sekali biasanya lebih cepat melorot.
Bahan yang Sebaiknya Dihindari
Yang sebaiknya Moms hindari: poliester murni untuk pemakaian sepanjang hari di udara lembap. Poliester nggak menyerap, jadi keringatnya tetap di kulit.
Untuk baju olahraga yang dipakai satu dua jam lalu dilepas, poliester masuk. Untuk celana dalam yang dipakai dua belas jam, nggak.
Ukuran: Ikut Tinggi Badan, Bukan Umur
Cara Mengukurnya
Dua anak umur lima tahun bisa beda tinggi sepuluh sentimeter. Yang menentukan celana dalamnya pas atau nggak itu tinggi badan anak, bukan tanggal ulang tahunnya.
Cara mengukurnya: anak berdiri tanpa sepatu, punggungnya menempel dinding, tumitnya rapat. Tandai dinding di titik tertinggi kepalanya, lalu ukur dari lantai ke tanda itu.
Ukuran celana dalam anak di koleksi Awan Everyday memakai angka tinggi badan dalam sentimeter, dari 100 sampai 160. Jadi anak dengan tinggi 128 cm masuk ukuran 130.
| Ukuran | Tinggi badan anak |
|---|---|
| 100 | 95–105 cm |
| 110 | 105–115 cm |
| 120 | 115–125 cm |
| 130 | 125–135 cm |
| 140 | 135–145 cm |
| 150 | 145–155 cm |
| 160 | 155–165 cm |
Untuk ukuran baju bayi dan anak yang lain, tabel lengkapnya ada di panduan ukuran baju bayi.
Kalau Ada di Perbatasan Dua Ukuran
Ambil yang lebih besar, Moms.
Celana dalam yang sedikit longgar masih nyaman dipakai anak, dan karetnya nggak menekan. Celana dalam yang sedikit kekecilan langsung kerasa di pinggang, dan itu yang bikin anak menarik-nariknya.
Tanda Celananya Kekecilan
Tanda yang bisa Moms periksa: bekas karet yang bertahan lebih dari lima menit, anak yang sering menarik bagian pinggang, dan jahitan selangkangan yang bergeser ke samping waktu anak berjalan.
Tiga tanda itu muncul sebelum celananya kelihatan kekecilan dari luar. Jadi jangan menunggu sampai kelihatan.
Berapa Banyak yang Perlu Dibeli
Hitung dari Kebiasaan Mencuci
Kalau di rumah Moms mencuci dua hari sekali, enam sampai delapan potong cukup. Kalau mencuci tiga hari sekali, sepuluh.
Tambah dua potong kalau anak masih sering ganti di tengah hari, misalnya anak yang baru lulus toilet training atau anak yang banyak main air.
Hitungan ini kelihatan kebanyakan di atas kertas, tapi yang bikin stok terasa kurang itu bukan jumlahnya, tapi jeda keringnya. Di musim hujan, celana dalam yang dicuci pagi sering belum kering sampai besok pagi, dan di situ stok delapan potong tiba-tiba terasa seperti empat.
Kapan Perlu Diganti Semua
Karet yang sudah melar dan nggak kembali ke bentuk awal. Warna yang sudah berubah walaupun sudah dicuci. Bahan yang mulai menipis di bagian belakang.
Ganti karena tandanya muncul, bukan karena sudah tiga bulan. Celana dalam yang dirawat benar bisa bertahan jauh lebih lama daripada jadwal yang dibuat-buat.
Cara Mencuci Supaya Karetnya Awet
Suhu Air
Cuci dengan air di bawah 40°C, Moms, deterjen biasa, tanpa pemutih. Jangan dimasukkan pengering mesin.
Kalau Moms mencuci dengan mesin, pakai putaran yang paling lembut dan masukkan celana dalam anak ke kantong cuci. Yang merusak bukan putarannya saja, tapi gesekan dengan resleting dan kancing baju lain di drum yang sama.
Yang Merusak Karet Paling Cepat
Air panas. Karet pinggang adalah bagian yang paling cepat rusak di semua celana dalam anak, dan air panas yang paling cepat merusaknya.
Jadi kalau Moms biasa merendam cucian anak dengan air hangat supaya lebih bersih, pisahkan celana dalamnya. Mencuci dengan air dingin bikin karetnya bertahan jauh lebih lama.
Menjemur
Jemur di tempat yang kena angin, Moms. Nggak perlu kena matahari langsung, dan justru matahari langsung yang bikin warnanya cepat pudar.
Yang mengeringkan baju itu aliran udara, bukan panasnya. Di musim hujan, kipas angin di ruangan tertutup lebih efektif daripada menjemur di luar yang mendung.
Satu kebiasaan kecil yang membantu: rentangkan celana dalamnya, jangan ditumpuk di jemuran. Bagian karet yang terlipat adalah bagian yang paling lama kering, dan bau apek hampir selalu datang dari situ.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Celana Dalam Anak Perlu Diganti Berapa Bulan Sekali?
Nggak ada jadwal bulanannya. Ganti kalau karetnya sudah melar, warnanya berubah, atau bahannya menipis. Untuk anak yang sedang cepat tumbuh, biasanya ukurannya dulu yang nggak pas sebelum bahannya rusak.
Anak Perempuan Perlu Model Khusus untuk Rok Seragam?
Untuk anak yang memakai rok seragam atau seragam olahraga, model yang panjangnya sampai pangkal kaki memang lebih sering dipilih. Di koleksi kami, Girls Safety Anti-Chafe Shorts yang bentuknya begitu. Tapi kalau anak Moms sudah nyaman dengan model brief biasa, nggak perlu diganti.
Bahan Apa yang Paling Cepat Kering?
Di antara bahan yang layak dipakai sepanjang hari, Lyocell dan viscose melepas lembap lebih cepat daripada katun. Poliester paling cepat kering, tapi nggak menyerap, jadi keringatnya tetap di kulit anak.
Kalau Moms mau mulai dari celana dalam yang bahannya dipilih untuk dipakai sepanjang hari, koleksi celana dalam anak Awan Everyday kami dijahit batch kecil di Surabaya, dan ukurannya ikut tinggi badan supaya Moms nggak perlu menebak dari umur.
Tapi kalau celana dalam anak yang sekarang masih nyaman dipakai dan karetnya belum melar, dipakai saja dulu. Yang paling sering perlu dibenahi bukan merknya, tapi ukurannya, dan itu gratis buat diperiksa malam ini juga!
Ada yang mau ditanyakan soal ukuran atau bahannya? Moms bisa menghubungi kami lewat Kontak Kami, dan kami bantu cek tinggi badan anak ke ukuran yang pas.
Share:
Berapa Lama Bayi Pakai Baju Newborn? Beserta Ukurannya